Makassar - Kamus 'Sekitar Danau Matano' hadir untuk mengantisipasi kepunahan bahasa daerah, khususnya di sekitar Kawasan Danau Matano yang merupakan kawasan pertambangan nikel, PT Inco, Tbk.
"Kamus ini hadir untuk menjawab kegelisahan kami, karena masyarakat yang berada di sekitar lokasi pertambangan sudah jarang menggunakan bahasa daerah setempat," ujar pencipta Kamus bahasa daerah yang berjudul 'Kamus Sekitar Danau Matano', Dr Djasruddin di Makassar, Selasa.
Dikatakan, kamus yang memuat empat logat bahasa yakni Bahasa Soroako, Matano, Nuha dan Bure akan menjadi penuntun bagi masyarakat lokal dalam melestarikan salah satu produk budayanya. Selain itu, kamus itu juga dapat digunakan oleh pendatang yang bekerja di kawasan pertambangan nikel milik PT Inco.
Menurut Djasruddin yang juga guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, setelah kamus tersebut dapat diterima dan diterapkan masyarakat di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), maka langkah selanjutnya adalah menjadikan Bahasa Soroako atau bahasa setempat menjadi salah satu bahan ajar muatan lokal di sekolah-sekolah.
"Hal itu dimaksudkan agar bahasa daerah setempat tidak punah, dan generasi yang sudah hidup dengan serba teknologi, tidak melupakan karya budaya leluhurnya," jelas putra Luwu yang terpanggil melestarikan bahasa daerahnya dengan membuat kamus.
Pembuatan kamus itu sendiri, lanjutnya, mendapat dukungan dari PT Inco melalui program pengembangan dan pelestarian budaya lokal. Kamus yang memuat bahasa daerah itu, juga menjadi bagian dari hasil produk 10 buku yang merupakan bahan ajar bagi SD - SMA di Soroako dan sekitarnya yang telah diluncurkan September 2008 lalu.
Mengenai isi kamus itu sendiri, Djasruddin mengakui, masih jauh dari kesempurnaan, karena itu pihaknya masih terus mencari kosa kata yang belum sempat dimasukkan dalam kamus saku tersebut.
Sementara untuk membuat kamus yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat di sekitar Danau Matano, Luwu Timur, ia mengatakan harus menggali kosa kata yang digunakan masyarakat pada empat lokasi dengan logat dan arti yang berbeda-beda, selama kurang lebih setahun. (T.K-SUR/Z002)
0 komentar:
Posting Komentar